Lestari Morerdijat: Tingkatkan Kreativitas untuk Mengoptimalkan Pariwisata
Lestari Morerdijat: Tingkatkan Kreativitas untuk Mengoptimalkan Pariwisata\
Kemajuan suatu wilayah akan memperkuat optimisme dan akan memicu banyak inspirasi untuk mengakomodasi emas Indonesia 2045. Ini telah ditransmisikan oleh Wakil Presiden MPR, Lestari Moerdijat, ketika menutup saran teknis dari Kementerian Pariwisata dan Kreatif Ekonomi (Kemenparekraf) dengan tema "promosi wisata dan ekonomi kreatif melalui media digital" di Kabupaten "Demak, Jawa Tengah, Senin, 6 Juni 2022.
"Tingkatkan kreativitas untuk mengoptimalkan potensi pariwisata regional berkat kolaborasi yang baik antara anak -anak dari rekan -rekan nasionalnya sesuai dengan nilai -nilai nasional yang kita miliki," kata Moeridjat de Rerie sehingga berkelanjutan sering disebut.
Webinar diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari MPME dibantu oleh Sahabat Lesstari, pengemudi taksi taksi, pengrajin aksesori Monel, MSME Batik dan Ocean Food Business Actors.
Panelis yang hadir adalah Joko Suharbowo S.Sn (Subkoordinator Event Region 1A Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), DR. Endah Cahya Rini, MM (Plt. Kepala Kantor Pariwisata Kabupaten Demak) dan Shafigh Pahlevi Longoh (pakar pemasaran digital dan aktivis pariwisata).
Menurut Rerie, yang juga anggota Komisi X dari Dewan Perwakilan Rakyat Java Distrik II, pariwisata dan ekonomi kreatif adalah salah satu sektor yang dapat dipanggil dalam pemulihan ekonomi nasional setelah post -pampandemi.
Industri pariwisata nasional sangat didasarkan pada berbagai potensi yang dapat disajikan kepada wisatawan. Sementara itu, kata Rerie, Indonesia mengandalkan alam, pantai, atraksi agama dan sejarah. Namun, atraksi budaya juga harus dikembangkan untuk mendukung pengembangan pariwisata sebagai hidangan bagi pengunjung. Demikian juga, kekayaan kuliner dan seni budaya memiliki potensi besar untuk pariwisata.
Kreativitas masyarakat di sekitar objek wisata, kata Rerie, harus ditingkatkan untuk meningkatkan kesempatan untuk menarik sebanyak mungkin wisatawan di daerah masing -masing.
Karena, katanya, kehidupan setelah Pandemi dengan terobosan dalam sains dan teknologi yang terus terjadi, tidak akan kembali normal seperti sebelumnya.
"Semuanya menjadi tidak pasti, masalahnya menjadi rumit, lingkungan komersial dan kegiatan ekonomi terus pingsan. Fakta tidak berwenang untuk mencegah setiap inisiatif terus tumbuh," katanya.

Komentar
Posting Komentar